Blog Pribadi
Tuesday, March 8, 2016
Hasil OSK SMA Sederajat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012 - 2016
Thursday, January 20, 2011
Tuesday, January 18, 2011
TIPE LETUSAN
Monday, November 22, 2010
PERANAN BAKTERI YANG MENGUNTUNGKAN DI BIDANG PERTANIAN
Bakteri Pasteuria penetrans sangat potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu komponen pengendalian nematoda pada tanaman lada. Pengendalian hayati ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan pestisida kimia (nematisida) yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Penyakit kuning merupakan salah satu kendala produksi lada di Bangka-Belitung dan Kalimantan. Penyakit tersebut disebabkan oleh nematoda parasit terutama Radopholus similis dan Meloidogyne incognita. Akibat serangan nematoda tersebut, pertumbuhan tanaman menjadi terhambat serta warna daun dan dahan menjadi kuning. Daun-daun yang menguning tidak menjadi layu, tetapi tergantung kaku dan sangat rapuh sehingga secara bertahap akan gugur. Untuk mengendalikan penyakit kuning, para petani lada biasanya menggunakan bahan kimia. Namun, penggunaan bahan kimia secara terus menerus dapat mencemari lingkungan, menimbulkan resurjensi dan resistensi nematoda serta terbunuhnya musuh-musuh alami yang mempunyai peranan dalam menjaga keseimbangan hayati.
Proses :
Nematoda parasit dapat dikendalikan dengan menggunakan agen hayati yang merupakan musuh alaminya, misalnya bakteri Pasteuria penetrans. Bakteri ini tersebar luas di berbagai daerah serta dapat bertahan hidup lama di dalam tanah karena mampu membentuk spora yang tahan terhadap kekeringan dan input pertanian. Dilaporkan bahwa P. penetrans mampu menekan populasi M. incognita pada tanaman tembakau, kacang tanah, dan tomat.
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat telah membuat tiga macam formula P. penetrans yaitu formula kapsul, pelet, dan kompos. Ketiga formula tersebut telah diuji di laboratorium, rumah kaca maupun di lapang. Hasil pengujian lapang selama 2 tahun di kebun lada petani di Bangka membuktikan bahwa bakteri tersebut mampu menekan populasi nematoda dan perkembangan penyakit kuning serta meningkatkan produktivitas tanaman lada yang terserang nematoda. Kombinasi penggunaan P. penetrans dengan kapur pertanian memberikan hasil yang terbaik.
Untuk formulasi kapsul, tepung akar tomat yang sudah dikeringkan dan disaring dengan cara tersebut di atas, dimasukkan ke dalam kapsul. Setiap kapsul berisi 0,25 g tepung akar. Untuk pembuatan formulasi pelet, diperlukan bahan pembawa berupa dedak, tepung tapioka, dan tepung terigu. Tepung tapioka dan te pung terigu disaring dengan saringan 200 mesh. Tepung tapioka dimasukkan ke dalam air panas (80 o C) dan diaduk sampai merata. Bahan-bahan lainnya dimasukkan satu demi satu sambil diremas-remas sampai merata. Adonan yang sudah tercampur merata kemudian digiling dengan menggunakan penggiling daging. Hasil gilingan dipotong-potong sepanjang lebih kurang 0,5 cm, kemudian dijemur sampai kering. Untuk pembuatan formulasi kompos diperlukan sekam bakar, humus bambu, kitin, dan cacahan akar tomat yang sudah mengandung spora P. penetrans masing-masing dengan perbandingan 2:1:0,25:1.
Wednesday, November 17, 2010
ICYS ( INTERNATIONAL CONFERENCE OF YOUNG SCIENTISTS )
ICYS adalah lomba penelitian ilmiah remaja bergengsi tingkat dunia di bidang ilmu fisika, metematika, komputer, dan ekologi. ICYS ini adalah tingkat lanjutan dari lomba karya ilmiah remaja. Karya-karya terbaik siswa di SMU akan diseleksi dan kemudian akan diikutkan dalam lomba karya ilmiah tingkat nasional yaitu OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Nasional) , dari pemenang OPSI inilah kemudian dikutkan dalam ICYS, Lomba karya ilmiah setingkat dunia, bersaing dengan berbagai Negara.
Indonesia sendiri pertama kali mengikuti ICYS pada tahun 2005 di Katowice, Polandia dan disini kita hanya meraih satu medali perunggu di bidang fisika. Kemudian pada tahun 2006 di Stuttgart, Jerman, Tim kita meraih dua perunggu dan lagi-lagi dalam bidang penelitian fisika. Tahun 2007, di Saint-Petersburg, Rusia, tim Indonesia mulai meningkat dengan meraih satu medali perak di bidang fisika. Terus di Tahun 2008 di Chenivtsky, Ukraina, Tim Indonesia mulai makin meningkat lagi dengan meraih satu medali perak dan perunggu di bidang Ekologi, dua medali perunggu di bidang Fisika, dan juga meraih special award sebagai Best Performance di bidang bidang Fisika, Teaching in Physics di bidang Fisika, Most Creative Research di bidang Komputer dan Best Research di bidang





















